Sejarah ASM

PT Asuransi Sinar Mas merupakan perusahaan asuransi umum yang menjadi market leader di industri asuransi di Indonesia. Perusahaan didirikan tahun 1985 dengan nama Asuransi Kerugian Sinar Mas Dipta dan mengalami perubahan nama menjadi PT Asuransi Sinar Mas pada tahun 1991.

Saat ini Perusahaan mempunyai 190 jaringan kantor cabang/pemasaran /marketing point di seluruh Indonesia, terdiri 34 kantor cabang, 76 kantor pemasaran dan 80 kantor marketing point untuk mendukung layanan dan pengembangan bisnis Perusahaan. Dalam operasional perusahaan didukung oleh sumber daya manusia yang handal dan profesional di bidangnya.

Dengan pengalaman di lebih dari 3 dekade di industri asuransi, Perusahaan menyediakan berbagai produk asuransi umum dan layanan yang inovatif sesuai dengan kebutuhan nasabah.  Produk asuransi tersebut didukung oleh perusahaan reasuransi yang mempunyai reputasi yang baik baik di dalam maupun di luar negeri.

Sesuai dengan misi perusahaan, perusahaan selalu melakukan inovasi dan pengembangan teknologi informasi untuk mendukung pelayanan bagi para nasabah dan pemangku kepentingan lainnya.

Pada 08 Agustus 2018, perusahaan melaunching aplikasi ASPIRE yang ditujukan untuk para partner Asuransi Sinar Mas. Aplikasi ASPIRE merupakan mobile performance management yang di desain secara eksklusif untuk ASM. ASPIRE yang merupakan singkatan dari ASM Succes Program In Revenue Excellence, yaitu aplikasi yang bertujuan meningkatkan penjualan dan profit melalui peningkatan engangement dengan melakukan coaching serta kemudahan dalam memonitor performance secara real time.

Perusahaan juga melakukan inovasi produk dengan meluncurkan produk Simas Pet Insurance, produk asuransi yang di desain untuk memberikan perlindungan untuk hewan peliharaan (anjing dan kucing).

Untuk meningkatkan layanan kepada nasabah, Perusahaan menjalin kerjasama dengan RS Hermina Group atas CoB BPJS Kesehatan pada 27 September 2018. Dengan adanya kerjasama ini, maka pasien BPJS kesehatan yang juga memiliki Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT) dari Asuransi Sinar Mas tidak perlu membayar ekses tersebut di Rumah Sakit karena ekses yang timbul akan langsung ditagih oleh Rumah Sakit ke Asuransi Sinar Mas yang menerbitkan Polis AKT pasien (Layanan Cashless), tentu sesuai dengan syarat dan kondisi serta batasan jaminan polis.

Pada 14 Agustus 2018, perusahaan pemeringkat, Fitch Ratings kembali menegaskan kinerja keuangan PT. Asuransi Sinar Mas dengan rating ‘AA+(idn)’ dan prospek stabil. Rating ini mencerminkan posisi Perusahaan sebagai pemimpin pasar di Indonesia, kestabilan kinerja keuangan, modal yang sesuai dengan profil bisnis Perusahaan dan manajemen reasuransi dengan prinsip kehati-hatian.

Pada tahun 2018, Perusahaan kembali membuktikan komitmen pelayanannya kepada nasabah. Gempa Bumi yang terjadi di Lombok pada awal bulan Agustus 2018 menimbulkan kerusakan yang tidak sedikit bagi warga Lombok dan juga di Bali. Asuransi menjadi yang terdepan dengan melakukan pembayaran klaim asuransi property kepada nasabah hanya dalam waktu 4 hari setelah gempa terjadi.

Oktober 2018, kembali perusahaan melakukan pembayaran klaim kepada nasabah yang terkena dampak akibat gempa dan tsunami yang melanda wilayah Palu - Donggala pada tanggal 28 September 2018. Pembayaran interim payment klaim dibayarkan kepada PT. Palu Graha Sejahtera sebesar Rp.10,275 Milyar pada 17 Oktober 2018. Pembayaran klaim selanjutnya kepada  PT. Silkstone Mitra Stay (Mercure Hotel Palu) dengan nilai interim payment sebesar Rp.9.990.000.000,- pada tanggal 22 Oktober 2018.

Kecepatan pembayaran klaim ini menjadi komitmen Perusahaan dan telah dibuktikan pada peristiwa penting nasional.

Positioning Perusahaan di industri asuransi mendapatkan pengakuan dari masyarakat melalui berbagai penghargaan yang diterima pada tahun 2018 diantaranya Most Admired Companies Award 2018 - Top 5 Indonesia Most Admired Companies 2018 in Insurance Category dari Warta Ekonomi, Best General Insurance 2018 Ekuitas Rp 1,5 Triliun ke Atas - Media Asuransi, Investor Asuransi Umum Terbaik Award 2018 - Aset di atas Rp. 3 Triliun, InfoBank 19th Insurance Awards 2018 - Predikat Sangat Bagus atas kinerja keuangan selama tahun 2017, Warta Ekonomi Indonesia Insurance Consumer Choice Award 2018, Top 20 Financial Institutions 2018 - Category : General Insurance Company.

Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, Perusahaan setiap tahun melakukan berbagai kegiatan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Pada tahun 2017, dilakukan berbagai kegiatan seperti hibah mobil ambulance kepada RSPAD Gatot Subroto, pemberian beasiswa  untuk siswa/I SMK Pariwisata YTP Arjuna, pengobatan gratis bagi korban gempa Palu, donor darah, wakaf Al Qur’an, serta santunan untuk janda dan anak yatim.

Pada 8 Maret 2018, Asuransi Sinar Mas turut ambil bagian dalam acara penandatanganan Pola Kemitraan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (PRUKADES) antara Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Bupati dan Perusahaan. PRUKADES merupakan salah satu cara untuk percepatan pembangunan kawasan pedesaan dan penguatan ekonomi masyarakat di daerah. Asuransi Sinar Mas menandatangani Kesepahaman Bersama mengenai Pengembangan dan Pengelolaan Produk Unggulan di Bidang Tanaman Kopi dengan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi serta Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan.

Masih dalam bagian kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan, pada 25 Oktober 2018,  Rumah Kreatif Sinar Mas menampilkan kolaborasi karya busana HUMBANG SHIBORI X PURANA pada event Jakarta Fashion Week 2019. HUMBANG SHIBORI adalah kain hasil karya kreatif para pegiat di daerah Humbang Hasundutan yang menjadi mitra binaaan Rumah Kreatif Sinar Mas.

Perusahaan juga melaksanakan literasi keuangan di luar Pulau Jawa untuk mendukung program Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka meningkatkan tingkat pemahaman masyarakat akan perencanaan keuangan.  Kegiatan diadakan di wilayah yang berasa di Serdang Bedagai, Padangsidimpuan - Sumatera Utara, Belitung, Mataram - Nusa Tenggara Barat, Amurang - Munahasa Selatan dan Palu - Sulawesi Tengah. Adapun beserta yang mengikuti kegiatan literasi bervariasi mulai dari siswa SD, siswa SMK, guru, petani, nelayan dan UMKM.