Good Corporate Governance

TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK (GOOD CORPORATE GOVERNANCE)
PT. ASURANSI SINAR MAS

Dalam menghadapi semakin kompleksnya kegiatan usaha dalam industri perasuransian, PT. Asuransi Sinar Mas bertekad dan memegang teguh komitmen untuk selalu menerapkan dan menyempurnakan penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) dalam Perusahaan yang mengedepankan prinsip-prinsip dasar Good Coporate Governance, yaitu keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibility), kemandirian (independency), dan kesetaraan dan kewajaran (fairness), dan nilai-nilai moral dan etika serta praktek bisnis yang sehat dalam kegiatan usaha PT. Asuransi Sinar Mas dengan mengacu kepada Anggaran Dasar Perusahaan, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan, dan peraturan perundang-undangan lainnya yang relevan.

Sejak sebelum diundangkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 2/POJK.05/2014 Tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan Perasuransian ("POJK Nomor 2/POJK.05/2014"), PT. Asuransi Sinar Mas telah secara berkala menyampaikan Laporan Self Assessment penerapan Good Coporate Governance dalam Perusahaan kepada Otoritas. Perusahaan telah melakukan banyak pengembangan, baik dalam struktur, sistem, maupun dokumen dalam kaitannya dengan Good Coporate Governance demi meningkatkan performa Perusahaan dan melindungi kepentingan stakeholders terutama nasabah Perusahaan serta meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta nilai-nilai etika yang berlaku umum di industri perasuransian.

  1. Struktur
    Terdapat perubahan struktur pada susunan Dewan Komisaris yang menyesuaikan komposisi antara Komisaris Independen dan Komisaris non-Independen sesuai dengan komposisi Dewan Komisaris sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 2/POJK.05/2014 sehingga susunan Dewan Komisaris PT. Asuransi Sinar Mas saat ini adalah sebagai berikut.
    Nama Jabatan
    Indra Widjaja Komisaris Utama
    Ivena Widjaja  Wakil Komisaris Utama 
     Petrus Kiki Andries   Komisaris Independen 
    Sinarta Ginardi Komisaris Independen
  2. Sistem
    • PT. Asuransi Sinar Mas secara berkelanjutan mengembangkan whistleblowing system dengan mengaktifkan Hotline Ethics Service dan melakukan sosialisasi melalui beberapa inisiasi dengan memanfaatkan berbagai media ke seluruh karyawan dan tenaga pemasar, yang pelaksanaan dan monitoring serta tindak lanjutnya dilakukan oleh Tim Pengelola Good Corporate Governance.
    • PT. Asuransi Sinar Mas menyesuaikan frekuensi rapat antar Dewan Komisaris dengan Direksi dan Sekretaris Perusahaan minimal tiga bulan sekali sesuai ketentuan POJK Nomor 2/POJK.05/2014.
    • PT. Asuransi Sinar Mas selalu mendasarkan pembuatan kebijakan dan/atau Standard Operational Procedure Perusahaan pada prinsip-prinsip dasar Good Corporate Governance, visi dan misi Perusahaan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
    • PT. Asuransi Sinar Mas secara berkelanjutan terus-menerus menerapkan, mengevaluasi, dan mengembangkan sistem pengendalian internal dan manajemen risiko yang efektif demi berlangsungnya kegiatan usaha Perusahaan yang profesional dan terpercaya.
  3. Dokumen
    • PT. Asuransi Sinar Mas telah melakukan pemetaan atas komite-komite yang dipersyaratkan oleh POJK Nomor 2/POJK.05/2014 yang terdiri atas:
      1. Komite Audit
        Bertugas dan bertanggung jawab sebagai fasilitator bagi Dewan Komisaris untuk memastikan bahwa struktur pengendalian intern perusahaan telah dilaksanakan dengan baik, pelaksanaan audit internal maupun eksternal telah dilaksanakan sesuai dengan standar audit yang berlaku dan tindak lanjut temuan hasil audit dilaksanakan oleh manajemen.
      2. Komite Pemantau Risiko
        Bertugas dan bertanggung jawab sebagai fasilitator bagi Dewan Komisaris dalam mengkaji manajemen risiko yang disusun oleh Direksi serta menilai toleransi risiko yang dapat dinilai oleh perusahaan. Tanggung Jawab Komite Pemantau Risiko yang berkaitan dengan penerapan manajemen risiko di Perusahaan, antara lain:
        • Melakukan evaluasi atas kebijakan dan strategi manajemen risiko yang disusun manajemen secara tahunan;
        • Melakukan evaluasi terhadap laporan pertanggungjawaban Direksi atas pelaksanaan kebijakan manajemen risiko;
        • Melakukan evaluasi dan menganalisa efektivitas pelaksanaan tugas atau fungsi Unit Kerja Manajemen Risiko dan Komite Manajemen Risiko;
        • Mengevaluasi langkah-langkah yang diambil oleh Direksi dalam memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku berkaitan dengan manajemen risiko.
      3. Komite Kebijakan Tata Kelola Perusahaan
        Bertugas dan bertanggung jawab untuk membantu Dewan Komisaris dalam mengkaji kebijakan Good Corporate Governance secara menyeluruh yang disusun oleh Direksi dan menilai kesesuaian penerapan Good Corporate Governance di perusahaan yang disusun oleh Direksi, termasuk yang berkaitan dengan etika bisnis dan Corporate Social Responsibility.
      4. Komite Remunerasi dan Nominasi
        Bertugas dan bertanggung jawab sebagai fasilitator bagi Dewan Komisaris dalam membantu Pemegang Saham untuk menetapkan kriteria dan memilih calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta sistem remunerasinya.
      5. Komite Investasi
        Bertugas merumuskan kebijakan investasi dan mengawasi pelaksanaan kebijakan investasi dalam menjalankan kebijakan investasi yang telah ditetapkan.
    • Mengevaluasi dan merevisi perangkat Pedoman Penerapan Good Corporate Governance dalam Perusahaan dengan menyesuaikan pada ketentuan POJK Nomor 2/POJK.05/2014, antara lain :
      1. Pedoman Tata Kelola Perusahaan Yang Baik;
      2. Pedoman Sistem Pengendalian Internal;
      3. Pedoman Tindak Lanjut Saran/Rekomendasi Temuan Audit;
      4. Pedoman Prinsip Mengenal Nasabah;
      5. Pedoman Perilaku dan Kode Etik.
    • Mengungkapkan penerapan Good Corporate Governance dalam Laporan Tahunan Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2014.