December 12, 2025

Apa Itu IHSG? Penjelasan Indeks Saham Indonesia dan Istilah Pentingnya

Seiring dengan semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang tertarik dengan investasi, istilah IHSG pun menjadi salah satu istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga. Namun, sebenarnya masih banyak yang belum benar-benar memahami apa itu IHSG, bagaimana cara kerjanya, serta istilah-istilah apa saja yang berkaitan dengannya.

Maka dari itu, artikel ini akan membantu kamu memahami IHSG sehingga lebih percaya diri saat mulai berinvestasi saham.

Apa itu IHSG?

Dilansir Kompas, IHSG merupakan singkatan dari Indeks Harga Saham Gabungan. Indeks inilah yang mengukur kinerja seluruh harga saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG juga dikenal sebagai Indonesia Composite Index (ICI) atau IDX Composite.

Berdasarkan laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perhitungan IHSG memakai rata-rata berimbang berdasarkan jumlah saham di bursa atau Market Value Average Index. Biasanya data tersebut akan dihitung setiap hari Senin-Jumat dan dibuka dari pukul 09.00 WIB, lalu ditutup pukul 16.00 WIB.

Fungsi IHSG di Market

Menurut Otoritas Jasa Keuangan, IHSG memiliki beberapa fungsi, seperti menjadi indikator kesehatan pasar saham, menjadi gambaran kondisi ekonomi suatu negara, dan menjadi dasar pembentukan produk investasi, seperti reksa dana indeks.

Sebagai indikator kesehatan pasar saham, nilai IHSG akan membantu investor untuk menentukan strategi investasinya. Hal ini disebabkan karena pergerakan indeks saham Indonesia akan membantu investor memutuskan kapan waktu yang tepat untuk membeli, menahan, atau menjual saham. Sementara bagi para investor pemula, IHSG bisa disebut sebagai “kompas” dalam memahami tren saham yang potensial.

Istilah-istilah Dalam IHSG

Saat memasuki dunia investasi, khususnya di pasar modal, para investor pasti akan menemukan berbagai istilah teknis, seperti:

  1. Likuiditas: Tingkat kemudahan suatu saham untuk diperjualbelikan di pasar.
  2. Buyback: Aksi perusahaan membeli kembali sahamnya yang beredar di pasar.
  3. Portofolio: Kumpulan aset atau instrumen investasi yang dimiliki seorang investor.
  4. Bullish: Kondisi ketika pasar sedang naik atau banyak investor optimis harga akan naik.
  5. Capital gain: Keuntungan yang didapat dari selisih harga beli dan harga jual yang lebih tinggi.
  6. Capital loss: Kerugian karena menjual aset dengan harga lebih rendah dari harga beli.
  7. Dividen: Pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham.
  8. Hold: Strategi menahan aset tanpa menjualnya, meskipun harga sedang bergerak.
  9. Cut loss: Keputusan menjual aset untuk menghentikan kerugian sebelum makin besar.
  10. Blue chip: Saham dari perusahaan besar, stabil, dan memiliki reputasi keuangan yang kuat.

Intinya, IHSG merupakan indikator penting bagi untuk memahami pergerakan pasar saham sekaligus dinamika ekonomi Indonesia. Dengan mengenal cara kerjanya dan memahami istilah-istilah dasar pasar modal, kamu dapat mengambil keputusan investasi yang lebih matang dan bijak. Selain itu, pengetahuan tentang IHSG juga tidak hanya bermanfaat bagi investor, tetapi juga bagi masyarakat yang ingin membaca arah ekonomi Indonesia dengan lebih cerdas.

Sumber: Kompas & MetroTV News