July 08, 2026

Mobil Terendam Banjir? Ini yang Harus Dilakukan dalam 24 Jam Pertama

Banjir masih menjadi salah satu risiko yang paling diwaspadai oleh pemilik kendaraan di Indonesia, terutama saat musim hujan atau cuaca ekstrem. Selain mengganggu aktivitas, mobil yang terendam banjir juga berisiko mengalami kerusakan pada mesin, sistem kelistrikan, hingga interior apabila tidak ditangani dengan tepat.

Meski begitu, kerusakan tidak selalu terjadi seketika. Penanganan yang dilakukan dalam 24 jam pertama dapat membantu mengurangi risiko kerusakan yang lebih serius. Jika mobil Anda terendam banjir, berikut beberapa langkah yang sebaiknya segera dilakukan.

1. Jangan Langsung Menyalakan Mesin

Setelah banjir surut, banyak pemilik kendaraan tergoda untuk langsung menyalakan mesin guna memastikan mobil masih dapat digunakan. Padahal, tindakan ini justru dapat memperparah kerusakan.

Apabila air telah masuk ke ruang bakar mesin, menyalakan kendaraan dapat menyebabkan water hammer, yaitu kondisi ketika piston berusaha memampatkan air yang tidak dapat dikompresi. Akibatnya, komponen internal mesin berpotensi mengalami kerusakan yang memerlukan biaya perbaikan cukup besar.

Jika Anda tidak yakin seberapa jauh air telah masuk ke dalam kendaraan, sebaiknya jangan menyalakan mesin hingga mobil diperiksa oleh teknisi.

2. Amankan Kondisi Mobil dan Dokumentasikan Kerusakan

Sebelum memindahkan kendaraan, lepaskan terminal negatif aki jika memungkinkan untuk membantu mengurangi risiko korsleting pada sistem kelistrikan. Setelah itu, dokumentasikan kondisi mobil dengan mengambil foto atau video dari berbagai sisi, termasuk bagian interior apabila turut terendam.

Dokumentasi ini tidak hanya membantu mencatat tingkat kerusakan kendaraan, tetapi juga dapat berguna apabila di kemudian hari Anda memerlukan bukti kondisi mobil, misalnya saat berkonsultasi dengan bengkel atau mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi sesuai ketentuan polis yang dimiliki.

3. Segera Keringkan Bagian Interior

Air yang menggenang di dalam kabin dapat memicu munculnya jamur, bau tidak sedap, hingga korosi pada beberapa komponen kendaraan. Karena itu, segera keluarkan karpet, bersihkan sisa genangan air, dan buka pintu atau jendela agar sirkulasi udara membantu proses pengeringan.

Apabila tersedia, gunakan penyedot air (wet and dry vacuum) untuk mempercepat proses pembersihan. Semakin cepat interior dikeringkan, semakin kecil risiko kerusakan lanjutan akibat kelembapan.

4. Jangan Memaksakan Mobil Berjalan

Meskipun banjir telah surut, hindari langsung mengemudikan mobil, terutama jika air sempat mencapai ruang mesin atau kabin. Memaksa kendaraan berjalan sebelum dilakukan pemeriksaan dapat memperburuk kerusakan pada mesin, transmisi, maupun sistem elektronik.

Bila memungkinkan, gunakan jasa derek untuk membawa kendaraan ke bengkel tepercaya agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk pada oli mesin, filter udara, sistem pengereman, serta komponen listrik.

5. Siapkan Antisipasi untuk Risiko Serupa di Masa Mendatang

Kerusakan akibat banjir sering kali memerlukan biaya perbaikan yang tidak sedikit, terlebih jika sudah memengaruhi mesin atau sistem elektronik kendaraan. Selain melakukan perawatan rutin, tidak ada salahnya mempertimbangkan perlindungan finansial untuk menghadapi risiko yang tidak terduga.

Salah satu caranya adalah dengan memiliki asuransi mobil yang memberikan perlindungan terhadap risiko banjir melalui manfaat atau perluasan jaminan sesuai ketentuan polis. Dengan perlindungan yang sesuai kebutuhan, beban biaya perbaikan ketika risiko terjadi dapat lebih terkendali.

Mobil yang terendam banjir tidak selalu mengalami kerusakan berat, tetapi penanganan yang tepat dalam 24 jam pertama dapat membantu mengurangi risiko kerusakan yang lebih serius. Mulai dari tidak menyalakan mesin, mengeringkan interior, hingga membawa kendaraan ke bengkel untuk diperiksa merupakan langkah penting yang sebaiknya tidak diabaikan.

Selain memahami cara penanganannya, memiliki perlindungan yang sesuai juga dapat menjadi bagian dari persiapan menghadapi risiko yang sulit diprediksi. Jika Anda sedang mempertimbangkan asuransi kendaraan, Simas Mobil Bonus dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko, termasuk banjir sesuai manfaat, syarat, ketentuan, dan perluasan jaminan yang berlaku.

Sumber
Kementerian Perhubungan RI