Sebelum Bersepeda, Yuk Kenali Dulu 5 Jenis Sepeda Ini!

Sebelum Bersepeda, Yuk Kenali Dulu 5 Jenis Sepeda Ini! 

Sebelum masa pandemi datang, tentu bersepeda telah menjadi hobi bagi sebagian orang. Memasuki masa pandemi, bersepeda tentu semakin getol dilakukan banyak orang, sebagai salah satu cara berolahraga. Jika biasanya di jalanan kota kamu hanya melihat transportasi umum, mobil atau sepeda motor. Sekarang ini sudah banyak jalanan kota yang diisi dengan sepeda. Bahkan di beberapa kota besar terdapat berbagai macam komunitas sepeda yang memiliki kegiatan rutin bersepeda sebagai salah satu kegiatannya.

Sebelum melakukan aktivitas bersepeda, ada baiknya kenali lebih dulu yuk jenis-jenis sepeda apa aja sih? Simak di bawah ini ya :

1. Sepeda Gunung
Sepeda ini memang cocok digunakan di area pegunungan dengan medan yang cukup berat. Sepeda Gunung juga dikenal dengan Mountain Bike (MTB). Sepeda ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 1970 di sebuah arena perbukitan San Francisco. Beberapa ciri sepeda gunung yang bisa kamu kenali adalah; memiliki rangka yang terbuat dari pipa berukuran besar sehingga lebih kuat dan kokoh dibanding jenis sepeda lain, ukuran rodanya 26” dengan tapak ban yang cukup lebar, tapak bannya dikhususkan memiliki kemampuan mencengkeram tanah dan batu di daerah perbukitan, memiliki shock breaker pada roda, terakhir sepeda gunung memiliki 3 gear depan dan 10 gear belakang. Sepeda gunung terdiri dari berbagai jenis tergantung dari suspensi dan medan yang dilalui.

2. Sepeda Hybrid
Sepeda hybrid adalah perpaduan antara sepeda gunung dan sepeda balap yang sangat cocok digunakan di jalan raya. Bentuk rangka jenis sepeda ini mirip dengan sepeda gunung dan juga memiliki shock breaker pada roda depan. Namun ukuran diameter pipa dan rodanya mirip dengan sepeda balap, yaitu 27”. Bentuk ban sepeda hybrid memiliki permukaan yang sedikit bertekstur dengan ukuran ban yang lebih lebar dari sepeda balap.

3. Sepeda Balap
Sepeda balap, serupa dengan namanya adalah sepeda yang memang dikhususkan untuk race atau balapan. Sepeda ini umumnya memiliki berat yang sangat ringan dibanding jenis sepeda lain sehingga mampu menghasilkan kecepatan yang tinggi di jalan raya. Ia mampu menghasilkan kecepatan hingga 60 km/jam tanpa menggunakan shock breaker. Untuk mengenali sepeda jenis ini sangat mudah, cukup melihat bagian setirnya. Umumnya setir sepeda balap berbentuk melengkung pada bagian ujungnya supaya para pengendara mampu merendahkan tubuhnya sehingga mencapai aerodinameter yang ideal. Sepeda balap sendiri terdiri dari beberapa jenis yaitu aero, endurance, dan lightweighter.

4. Sepeda BMX
BMX adalah singkatan dari bicycle moto cross yang merupakan salah satu olahraga populer pada tahun 1960-an di California, Amerika Serikat. Sepeda jenis ini dapat digunakan untuk balapan dengan mengkombinasikan atraksi-atraksi ekstrem yang seru sekaligus menegangkan. Olahraga sepeda BMX sendiri sangat populer di California dan saat ini juga mewabah di Indonesia. Di Olimpiade Rio tahun 2018 lalu, Indonesia bahkan mengirimkan seorang atlet elite putra BMX yang bertanding pada seri BMX SX

5. Sepeda Lipat
Sepeda lipat adalah salah satu sepeda yang akan membuat kamu jatuh cinta saat pertama kali melihatnya. Mengapa demikian? Karena sepeda ini bisa dilipat sehingga cara penyimpanannya jauh lebih mudah. Kamu bisa membawa sepeda lipat ini di dalam transportasi umum, apartemen hingga kantor. Sepeda jenis ini sangat cocok digunakan untuk rute pendek di jalan beraspal. Jangan sampai menggunakan sepeda lipat di medan berat ya! Sepeda lipat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan besarnya ukuran ban, yaitu ukuran standar (16 dan 20 inci) dan ukuran besar, 24 inci.

Tujuan bersepeda tidak lain adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya olahraga. Demi menunjang budaya hidup sehat, beberapa orang di daerah perkotaan juga memilih sepeda sebagai alat transportasi untuk bekerja atau untuk kuliah. Jangan lupakan proteksi sepeda kesayanganmu dengan asuransi ya! Asuransi Sinar Mas memiliki produk Simas Sepeda yang dapat memproteksi sepedamu, yuk proteksi sejak dini.

Kembali ke daftar berita >