Facial Vampir : Antara Tren, Manfaat, dan Resiko Tertular HIV

Tahun 2018, Albuquerque - New Mexico, dua wanita pelanggan salon kecantikan terinfeksi virus HIV usai menjalani perawatan kecantikan facial vampir. Apakah perawatan facial vampir yang telah menyebabkan dua wanita dari Albuquerque menjadi penderita HIV, dan resiko-resiko apa yang bisa disebabkan oleh metode perawatan itu ? Yuk, bersama-sama kita bahas apa itu metode perawatan kecantikan yang bernama facial vampir dan hubungannya dengan virus HIV.

5 tahun sebelumnya salah satu sosialita bernama Kim Kardhasian memulai tren facial vampir melalui akun instagramnya. Kim mengambil foto selfie dengan tagar #VampireFacial usai melakukan perawatan tersebut dan hampir 150.000 pengguna Instagram di seluruh dunia memberikan like, dan sejak saat itu tren facial vampir melejit.

Lalu apakah itu facial vampir?

Pada dasarnya, facial vampir adalah salah satu metode perawatan kecantikan yang tidak melibatkan proses bedah membedah sama sekali. Nama resmi dari tindakan facial vampir adalah Platelet Rich Plasma (PRP) Therapy.

Pertama-tama, darah dari lengan akan diambil dan ditempatkan di sebuah centrifuge. Setelah itu, darah dalam centrifuge diputar dengan kecepatan tinggi hingga plasma darahnya mengalami ekstraksi.

Barulah kemudian ekstrak darah atau platelet akan disuntikkan kembali menggunakan jarum. Mengapa platelet? Ini adalah bagian dari darah yang bisa menstimulus peremajaan sel-sel kulit.

Usai disuntikkan, PRP tadi akan dioleskan ke seluruh wajah - seperti yang ditunjukkan Kim Kardhasian, Bar Rafaeli, dan publik figur lainnya dalam foto-foto mereka.

4 Dampak Facial Vampire?

Facial vampir begitu populer bukan tanpa sebab. Terapi regeneratif ini menjanjikan banyak hal yang diidamkan wanita, seperti:
- menyamarkan kerutan, luka, dan selulit
- meremajakan kulit di bawah mata
- mengecilkan pori-pori wajah
- menambah volume area tertentu di wajah

Pertanyaan besarnya: amankah facial vampir?

Bagi orang yang menjalani perawatannya, rasanya tidak akan terlalu sakit. Sebelum disuntik, wajah akan dioles krim yang membuat mati rasa.

Efek samping lain yang mungkin terjadi pun hanya sementara. Wajah mungkin tampak membengkak, terasa gatal, atau sedikit memar di area mata.

Apakah semulus itu proses facial vampir ini? Sayangnya tidak.

Facial vampir dan HIV

Dua wanita yang hadir di acara VIP Spa di Albuquerque, New Mexico, mungkin tak pernah menyangka facial vampir yang mereka lakukan berujung terinfeksi HIV.

Berdasarkan investigasi New Mexico Department of Health (NMDOH), infeksi HIV ini diduga terjadi saat menjalani prosedur facial vampir di VIP Spa tersebut. Pada 7 September 2018, izin operasi VIP Spa dicabut.

Dari hasil investigasi, diduga kuat virus HIV tertular karena penanganan jarum suntik di VIP Spa yang tidak sesuai prosedur.

Bahkan, akhir April lalu NMDOH menawarkan tes darah gratis bagi pelanggan yang menjalani perawatan di tempat yang sama. Infeksinya meliputi HIV, Hepatitis B, atau Hepatitis C.

Bisakah semua orang menjalani facial vampir?

Meskipun telah disebutkan di atas bahwa prosedur facial vampir tidaklah sakit, namun terapi ini bukan untuk semua orang.

Apabila Anda tidak gentar dengan kasus dua orang terinfeksi HIV usai menjalani facial vampir, coba pertimbangkan faktor lain.

Salah satunya, terapi PRP bukan untuk orang yang pernah mengalami penyakit berkaitan dengan darah. Contohnya masalah koagulasi atau pendarahan.

Pilihan cara untuk menjaga keremajaan kulit dengan cara alami sangat banyak - dan minim risiko . Mungkin itu jauh lebih aman bagi Anda.

sumber : sehatq.com

Mau tahu lebih banyak info-info seputar kulit dan kecantikan, ayo klik disini.

Kembali ke daftar berita >