Cegah DBD Dengan 3M Plus

Cuaca ekstrim dengan curah hujan tinggi masih membayangi kita, selain banjir ada yang tidak bisa kita lupakan yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD). Salah satu jenis penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian.

Kasus DBD di Indonesia terus semakin meningkat setiap tahunnya. Hal yang tidak bisa diremehkan dan diabaikan begitu saja, diperlukan perhatian khusus untuk mencegah agar tidak menimpa diri kita serta keluarga.

Salah satu cara mencegah wabah DBD bisa dilakukan dengan cara 3M Plus

Menguras yaitu kegiatan membersihkan tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dll. Gosok dinding bak atau jenis penampungan lainnya dengan tujuan membersihkan serta membuang telur nyamuk yang menempel erat di dinding itu.

Hal ini harus dilakukan setiap hari pada saat musim hujan ataupun pancaroba demi memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan pada tempat kering selama 6 bulan

Menutup merupakan kegiatan menutup rapat setiap penampungan air di rumah dan lingkungan sekitar anda. Tidak hanya menutup penampungan air, kata menutup juga berarti mengubur setiap barang bekas di dalam tanah agar lingkungan sekitar kita tidak kotor dan menjadi sarang nyamuk.

Mendaur ulang barang-barang bekas yaitu memanfaatkan kembali barang yang sangat berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk demam berdarah.

Lalu apa yang menjadi plusnya? Karena 3M nya sudah.

Nah, Plusnya adalah menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air yang sulit dibersihkan, menanam tanaman pengusir nyamuk, menggunakan kelambu saat istirahat, dan menggunakan anti nyamuk.

Perlu diketahui bahwa wabah DBD meningkat saat pertengahan musim penghujan dengan curah hujan tinggi. Karena semaikin bertambah juga tempat berkembang biaknya nyamuk. Maka dari itu wabah DBD digolongkan dalam kejadian luar biasa (KLB).

Sangat diperlukan peran dari kita untuk membantu pemerintah untuk mencegah DBD agar tidak bertambah semakin besar dengan mulai melakukan 3M Plus.

Lebih baik mencegah daripada mengobati

Sumber : Kementerian Kesehatan RI

Kembali ke daftar berita >