Asal Usul Lontong Cap Go Meh

Tahun baru Imlek sudah berlalu, dan mulai terdengar mengenai perayaan Cap Go Meh. Apa sebenarnya perayaan Cap Go Meh tsb. Jadi Cap Go Meh merupakan penutup dari perayaan Tahun Baru Imlek, yang biasanya diramaikan juga dengan kuliner khas berupa lontong dengan opor ayam dan taburan lain lengkap seperti sayur lodeh, sambal goreng hati, acar, telur pindang, abon koya, dan sambal disajikan di meja makan untuk santap keluarga. Cap Go Me sendiri diambil dari dialek Hokkian yang memiliki arti “Malam ke-15” alias malam bulan purnama menurut penanggalan Imlek. Namun darimana asal usul Lontong Cap Go Meh ?

Konon, Lontong Cap Go Meh merupakan adaptasi dan bentuk akulturasi kuliner peranakan China di Nusantara. Pada awalnya sendiri hal ini hanya ditemukan di daerah pesisir Laut Jawa yang merupakan jalur sutera dan merupakan pintu gerbang adaptasi serta interaksi masyarakat setempat dengan para pendatang. Dengan makna toleransi dan tidak untuk menggantikan budaya yang sudah ada, maka Lontong Cap Go Meh menjadi bentuk baru kuliner makanan adaptasi yang menghormati tradisi masyarakat setempat. Namun dalam perjalanan lintas budaya tersebut, Lontong Cap Go Meh sendiri bisa berbeda antar daerah, walau tetap dominasi utama dan nilai khas nya adalah Lontong yang biasanya menggunakan sayur lodeh sebagai pelengkapnya.

Selain itu, memang banyak berkembang versi cerita asal usul Lontong Cap Gomeh lainnya. Namun meski banyaknya versi lain tsb, Lontong Cap Go Meh tetap memiliki makna penting asimilasi dan toleransi budaya dan jelas menambah kekayaan ragam kuliner Nusantara.

Adapun data / poin mengenai Asal usul Lontong Cap Go Meh :

  1. Diawali pada tahun 1368-1644 saat Laksamana Cheng Ho dari Dinasti Ming masuk ke wilayah pesisir Laut Jawa di sisi kota Semarang.

  2. Laut Jawa merupakan jalur laut atau dahulu disebut Jalur Sutera untuk perdagangan

  3. Terjadinya proses adaptasi dan akulturasi mulai dari budaya, ilmu pengetahuan, pengobatan sampai juga kuliner

  4. Mengkonsumsi lontong (khususnya saat lebaran) merupakan budaya dan tradisi masyarakat setempat

  5. Akulturasi lontong (untuk) Cap Go Meh lebih mendalam di pulau jawa pada awalnya dibandingkan daerah lain di Nusantara sampai kepada abad 19 tradisi Cap Go Meh tsb mulai merata.

    Dikutip dari berbagai sumber : forum travel kompasiana, kompas.com,forum detik travel

Kembali ke daftar berita >