Untitled Document
› Berita Perusahaan
› Berita Testimonial
 
 

Berita Perusahaan

Workshop 'Klaim Marine Hull yang Lancar'

Asuransi Marine Hull adalah asuransi yang menutup pertanggungan atas kerugian karena rusak atau hancurnya badan kapal termasuk mesin serta perlatannya yang sedang berlayar karena bahaya alam di lautan atau sebab - sebab lain yang dipertanggungkan. Potensi resiko yang dihadapi bermacam-macam, antara lain Tenggelam, Kandas, Tabrakan, Menabrak Dermaga, dll. Pada awal penutupan asuransi, Penanggung yang akan memindahkan resiko-resikonya kepada perusahaan asuransi diharapkan memberikan informasi yang sejelas-jelasnya. Misalnya, berapa nilai yang akan diasuransikan (sum insured) dalam polis. Perusahaan Asuransi harus menyeleksi secara profesional resiko-resiko yang akan diserap atau ditanggungnya. Hasil akhir ditentukan oleh proses awal tersebut yaitu proses antara Nasabah atau Penanggung (insured) dan Perusahaan Asuransi dalam menetapkan suatu perjanjian perlindungan resiko Kewajiban Penanggung adalah membayar premi, yang merupakan hak perusahaan asuransi. Sedangkan, klaim bagi perusahaan asuransi adalah kewajiban yang terikat oleh perjanjian dalam polis dan merupakan hak bagi bagi Penanggung, baik itu individual ataupun kelompok untuk mengajukan ganti rugi atas kerugian karena kecelakaan bencana atau hal-hal yang di luar keinginan. Proses klaim tersebut seringkali menjadi masalah, jika Penanggung dan Penanggung tidak bekerja sama dengan baik ketika terjadi tuntutan atau klaim, yang mungkin dapat berakhir dengan sengketa di pengadilan menjadi kasus pidana. Faktor-faktor penting yang berpengaruh pada kecepatan dan kelancaran proses klaim tersebut adalah pelaporan klaim ke asuransi yang cepat, pemenuhan kelengkapan dokumen, pelaksanaan rekomendasi dari instansi terkait, pengajuan klaim ke asuransi yang disertai dengan bukti pendukung dan pengadaan suku cadang asli/perbaikan dari Maker/Dockyard Workshop yang diadakan PT. Asuransi Sinar Mas (ASM) pada tanggal 19 Oktober 2012 di Pontianak ini merupakan acara yang keempat setelah sebelumnya diadakan di kota Batam, Samarinda dan Balikpapan. Tiga pembicara, yaitu Bpk. Riswan Brahmana dari PT. Ajiprasasti Indonesia, Bpk. Guntur Tampubolon dari PT. Radita Hutama Internusa dan Capt. Imam Satria Utama dari BKI diundang ASM untuk membawakan materi-materi yang membahas bagaimana supaya proses klaim Marine Hull berjalan lancar dan cepat.. Pada bulan Agustus 2012, bisnis Marine telah membukukan Premi Bruto sebesar Rp. 174,2 Milyar Rupiah, 8,7% dari total Premi Bruto ASM yang sebesar Rp. 2 Trilyun. Asuransi Marine Hull adalah asuransi yang menutup pertanggungan atas kerugian karena rusak atau hancurnya badan kapal termasuk mesin serta perlatannya yang sedang berlayar karena bahaya alam di lautan atau sebab - sebab lain yang dipertanggungkan. Potensi resiko yang dihadapi bermacam-macam, antara lain Tenggelam, Kandas, Tabrakan, Menabrak Dermaga, dll.

Pada awal penutupan asuransi, Penanggung yang akan memindahkan resiko-resikonya kepada perusahaan asuransi diharapkan memberikan informasi yang sejelas-jelasnya. Misalnya, berapa nilai yang akan diasuransikan (sum insured) dalam polis. Perusahaan Asuransi harus menyeleksi secara profesional resiko-resiko yang akan diserap atau ditanggungnya. Hasil akhir ditentukan oleh proses awal tersebut yaitu proses antara Nasabah atau Penanggung (insured) dan Perusahaan Asuransi dalam menetapkan suatu perjanjian perlindungan resiko

Kewajiban Penanggung adalah membayar premi, yang merupakan hak perusahaan asuransi. Sedangkan, klaim bagi perusahaan asuransi adalah kewajiban yang terikat oleh perjanjian dalam polis dan merupakan hak bagi bagi Penanggung, baik itu individual ataupun kelompok untuk mengajukan ganti rugi atas kerugian karena kecelakaan bencana atau hal-hal yang di luar keinginan. Proses klaim tersebut seringkali menjadi masalah, jika Penanggung dan Penanggung tidak bekerja sama dengan baik ketika terjadi tuntutan atau klaim, yang mungkin dapat berakhir dengan sengketa di pengadilan menjadi kasus pidana.

Faktor-faktor penting yang berpengaruh pada kecepatan dan kelancaran proses klaim tersebut adalah pelaporan klaim ke asuransi yang cepat, pemenuhan kelengkapan dokumen, pelaksanaan rekomendasi dari instansi terkait, pengajuan klaim ke asuransi yang disertai dengan bukti pendukung dan pengadaan suku cadang asli/perbaikan dari Maker/Dockyard
Workshop yang diadakan PT. Asuransi Sinar Mas (ASM) pada tanggal 19 Oktober 2012 di Pontianak ini merupakan acara yang keempat setelah sebelumnya diadakan di kota Batam, Samarinda dan Balikpapan. Tiga pembicara, yaitu Bpk. Riswan Brahmana dari PT. Ajiprasasti Indonesia, Bpk. Guntur Tampubolon dari PT. Radita Hutama Internusa dan Capt. Imam Satria Utama dari BKI diundang ASM untuk membawakan materi-materi yang membahas bagaimana supaya proses klaim Marine Hull berjalan lancar dan cepat..

Pada bulan Agustus 2012, bisnis Marine telah membukukan Premi Bruto sebesar Rp. 174,2 Milyar Rupiah, 8,7% dari total Premi Bruto ASM yang sebesar Rp. 2 Trilyun.

Pontianak, 19 Okt'12
 
 
   

PT. Asuransi Sinar Mas © 2007 All Rights Reserved
Resolusi Terbaik pada 1024 x 768